Wednesday, 12 August 2009

METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN


ini adalah makalah yang saya persembahkan kepada ibu yusraini mpd yang berjudul METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN
BAHASA ARAB
(LABORATORIUM PADA PEMBELAJARAN ISTIMA’)

PENDAHULUAN
A. latar belakang

Belajar Bahasa Arab berbeda dengan belajar bahasa ibu, oleh karena itu prinsip dasar pengajarannya harus berbeda, baik menyangkut metode (model pengajaran), materi maupun proses pelaksanaan pengajarannya. Bidang keterampilan pada penguasaan Bahasa Arab meliputi kemampuan menyimak kemampuan berbicara kemampuan membaca dan kemampuan menulis.
Yang mana dalam kemampuan menyimak ini sering dilakukan di laboratorium atau bisa juga dengan media audio seperti radio, tape dan lain-lain sebagainya. Mendengar dan berbicara itu lebih dulu daripada menulis. Prinsip ini berangkat dari asumsi bahwa pengajaran bahasa yang baik adalah pengajaran yang sesuai dengan perkembangan bahasa yang alami pada manusia2, yaitu setiap anak akan mengawali perkembangan bahasanya dari mendengar dan memperhatikan kemudian menirukan. Hal itu menunjukkan bahwa kemampuan mendengar/menyimak harus lebih dulu dibina, kemudian kemampuan menirukan ucapan, lalu aspek lainnya seperti membaca dan menulis.
Dalam tulisan ini akan dibahas tentang bagaimana metode dan strategi pembelajaran bahasa arab tentang mendengarkan atau sering disebut dengan istima’ di laboratorium.

BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian laboratorium
Laboratorium adalah suatu alat untuk melatih siswa untuk mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya. (media pembelajaran, hal 93)
Dalam laboratorium bahasa siswa duduk sendiri-sendiri pada bilik akuistik dan kotak suara yang telah tersedia. Siswa mendengarkan suara guru atau suara radio cassette melalui headphone. Dengan jalan demikian siswa dapat dengan segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuatnya. Meskipun tidak ada prosedur baku tentang pengunaan bahan-bahan yang ada dalam laboratorium tersebut, sebaiknya disajikan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan diri

Guru merencanakan dan menyiapkan diri sebelum penyajian materi, salah satu cara mempersiapkan diri sebelumnya adalah dengan memeriksa dan mencobakan materi tersebut, membuat catatan tentang hal-hal penting yang mencakup dalam materi tersebut dan menentukan apa yang akan digunakan untuk membangkitkan minat, perhatian , dan motivasi siswa, bagian mana yang akan menjadi bagian utama diskusi dan yang mana dijadikan penilaian pemahaman siswa.
Guru bahasa arab hendaknya mengucapkan kata-kata yang beragam, baik dalam bentuk huruf maupun dalam kata. Sementara peserta didik menirukannya di dalam hati secara kolektif.Guru bahasa arab kemudian melanjutkan materinya tentang bunyi huruf yang hampir sama sifatnya. Misalnya:ه - ح, ء – ع, س– ش ,




2. Membangkitkan kesiapan siswa

Siswa dituntut agar memiliki kesiapan untuk mendengar, misalnya dengan cara memberikan komentar awal dan pertanyaan-pertanyaan, variasi lain dalam mempersiapkan murid untuk mendengar adalah :
a. Mengidentifikasi materi, judul, peserta atau keadaan yang terjadi pada saat produksi.
b. Memberikan informasi latar belakang yang menarik tentang materi yang akan dibahas
c. Membahas secara singkat bersama siswa mengenai topic dan memunculkan beberapa pertanyaan kunci imana jawabannya diharapkan dapat diperoleh dari materi tersebut
d. Membuat di papan tulis daftar kata-kata kunci atau frase kunci yang terkandung dalam bahan materi itu
e. Menjelaskan mengapa siswa harus mendengarkan materi itu, bagaimana materi itu berkaitan dengan pengetahuan dan tugasaa siswa saat ini, apa yang diharapkan siswa lakukan selama dan setelah mendengarkan materi itu, dan bagaimana siswa diharapkan dapat memperoleh keuntungan dari materi itu.

3. Mendengarkan materi

Tuntun siswa untuk menjalani pengalaman mendengar dengan waktu yang tepat atau dengan sedikit penundaan antara pengantar dan mulainya proses mendengar. Dorong siswa untuk mendengarkan dengan tenang, pusatkan perhatian kepada materi itu, mendengarkan dengan pikiran terbuka dan dengan kemauan, dan dengan sadar menghubungkan apa yang didengar dengan pertanyaan-pertanyaan yang dibahas sebelum program ini di mulai.




4. Membahas Materi

Sebaiknya setelah selesai mendengar program itu, diskusi dimulai secara informal dengan mengajukan pertanyaan yang bersifat umum, seperti” bagian mana gagasan mana yang paling berkesan atau meonjoldari program itu. Setelah itu, barulah pindah kepertanyaan-pertanyaan yang disiapkan seperti pertnyaan mana yang terjawab seluruhnya atau sebagian, apakah siswa setuju dengan pandangan yang disajikan dalam program itu, dari sisi mana pandangan itu sama atau berbeda, dan lain-lain. Diskusi ini selayaknya diakhiri dengan meminta satu atau dua orang siswa memberikan rangkuman (intisari dan gagasan utama ) program trsebut.

5. Menindaklanjuti

a. Pada umumnya, diskusi dan evaluasi setelah mendengarkan program mengakhiri kegiatan mendengar.Namun demikian, diharapkan siswa akan termotivasi untuk mempelajari lebih banyak tentang pelajaran itu dengan melakukan bacaan di perpustakaan, membaca buku teks, menonton film yang berkaitan, atau melakukan kegiatan lain yang berkaitan dengan isi materi program audio itu. (Media pembelajaran, 2004 : 150)
Dilihat dari teknik materi pengajaran bahasa Arab, Ada beberapa langkah yang diperlukan agar teknik itu berhasil dan dapat terlaksana, yaitu:
1.Memberikan contoh-contoh sebelum memberikan kaidah gramatika, karena contoh yang baik akan menjelaskan gramatika secara mendalam daripada gramatika saja.
2.Jangan memberikan contoh hanya satu kalimat saja, tetapi harus terdiri dari beberapa contoh dengan perbedaan dan persamaan teks untuk dijadikan analisa perbandingan bagi peserta didik.
3.Mulailah contoh-contoh dengan sesuatu yang ada di dalam ruangan kelas/media yang telah ada dan memungkinkan menggunakannya.
4.Mulailah contoh-contoh tersebut dengan menggunakan kata kerja yang bisa secara langsung dengan menggunakan gerakan anggota tubuh.

5.Ketika mengajarkan kata sifat hendaknya menyebutkan kata-kata yang paling banyak digunakan dan lengkap dengan pasangannya. Misalnya hitam-putih, bundar-persegi.
6.Ketika mengajarkan huruf jar dan maknanya, sebaiknya dipilih huruf jar yang paling banyak digunakan dan dimasukkan langsung ke dalam kalimat yang paling sederhana. Contoh Jumlah ismiyyah: الكتاب في الصندوق, Contoh jumlah fi’iliyah : خرج الطاب من الفصل
7.Hendaknya tidak memberikan contoh-contoh yang membuat peserta didik harus meraba-raba karena tidak sesuai dengan kondisi pikiran mereka.
8.Peserta didik diberikan motivasi yang cukup untuk berekspresi melalui tulisan, lisan bahkan mungkin ekspresi wajah, agar meraka merasa terlibat langsung dengan proses pengajaran yang berlangsung.
Untuk mengukur dan mengevaluasi sejauh mana perkembangan kemampuan siswa mendengar, memahami, dan menghargai materi perlu diberikan beberapa contoh sebagai berikut ini:
b. mengukur kemampuan siswa memperoleh informasi dan pemahaman melalui materi dengan memberikan tugas untuk mendengar rekaman kuliah atau pidato, ajukan pertanyaan yang menyangkut fakta atau interprestasi berdasarkan apa yang didengar
c. perdengarkan satu bagian dari rekaman pidato atau drama yang siswa belum kenal. Tugaskan siswa untuk mengidentifikasi berbagai unsure, seperti pembicara, jenis kesempatan, waktu, peristiwa sebelum atau sesudahnya, dan signifikansi gagasan-gagasan yang diungkapkan
d. perdengarkanseluruh atau sebagian atau sebagian drama,pidato atau kuliah kemudian mintalah siswa secara kritis mengevaluasi apayang didengarnya dengan memperhatikan pendapat dan gagasan yang diungkapkan, kualitas drama, pengucapan pembicara penekanan dan ekspresi, panjang pidato atau kuliah, dan aspek lainnya.
e. Dengarkan sebagian dari sajian cerita masalah, tetapi hentikan sebelum akhir cerita, kemudian mintalah siswa memberikan akhir cerita menururt versi mereka berdasarkan aplikasi prinsip-prinsip dan informasi yang bekaitan.
f. Perdengarkan bagian akhir yang dramatis saja dari cerita yang terkenal. Mintalah mintalah siswa mengembangkan secara kreatif unsure-unsur dasar peristiwa yang mungkin diungkapkan sebelum akhir cerita yang telah didengar. (Media pembelajaran, 2004 : 152)
Siswa dapat mendengarkan rekaman suara penutur asli bahasa asing yang dipelajarinya untuk dijadikan model dalam latihan pengucapan. Suara dan pengucapan siswa sndiri direkam kemudian dibandingkan dengan model yang ada (rekaman penutur yang asli).
B. Kelemahan Laboratorium
Van den berg dan gedding (1992) mencataa bahwa ada lima kelemahan yang terdapat di laboratoriun dala kegiatan belajar mengajar yaitu sebagai berikut :
a. kurangnya pembedaan prioritasdan sasaran kegiatan
b. kelemahan dalam pemilihaan eksperimen
c. ketidaksesuaian antara teori dan praktek di laboratorium dengan strategi pengajaran
d. ketidaksesuaian antara tujuan praktek laboratorium dengna [enilaian yang dilakukan
e. ketidak sesuian antara praktrek dalam laboratorium dengan dengan prosedur percobaan yang tertulis.










BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Metode dan Strategi pembelajaran di laboratorium berguna untuk melatih siswa agar dapat mendengar dan berbicara dalam bahasa asing atau bahasa arab
2. Dalam pembelajaran istima’ atau mendengarkan di laboratorium sebaiknya disajikan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
- Mempersiapkan diri
- Membangkitkan kesiapan siswa
- Mendengarkan materi yang diajarkan
- Membahas atau diskusi tentang Materi yang diajarkan
- Menindaklanjuti materi pembelajaran

DAFTAR PUSTAKA

- Arsyad Azhat, media pembelajaran, Jakarta, PT.Raja Grafindo, 2004
- Usman Basyiruddin, media pembelajaran, Jakarta, Media Citra Utama, 2002